makalah vegetarian

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang

Vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari mahluk hidup seperti daging, unggas, ikan atau hasil olahannya. Istilah Vegetarian diciptakan pada tahun 1847, Pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton dan kawan-kawan, di Northwood Villa, Kent, Inggris. Saat itu adalah pertemuan pengukuhan dari Vegetarian Society Inggris. Kata ini berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup.

Selama bertahun-tahun vegetarian telah berkembang pesat yang berawal dari suatu kebutuhan menjadi pada suatu pilihan. Pola makan vegetarian cenderung tinggi serat, kalium, magnesium serta rendah lemak, natrium dan kalsium. Faktor asupan makanan diduga mempunyai peranan dalam peningkatan tekanan darah, serta IMT merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah

Vegetarian menggambarkan seseorang yang tidak mengkonsumsi produk hewani, tetapi terdapat beberapa yang tetap mengkonsumsi telur dan susu serta hasil olahannya dalam makanan sehari-hari. Secara umum, vegetarian dikelompokkan menjadi ovo vegetarian untuk vegetarian yang masih mengkonsumsi telur, lakto vegetarian untuk yang masih mengkonsumsi susu, ovo-lakto vegetarian untuk yang masih mengkonsumsi telur dan susu, dan vegan untuk yang hanya mengkonsumsi makanan nabati saja.

 

1.2.Tujuan

Mahasiswa dapat memahami tentang masalah gizi pada vegetarian, faktor yang mempengaruhi dan manfaat sebagai vegetarian.

 

 

 

 

 

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Vegetarian

Vegetarian berasal dari kata vegetus, yang artinya lincah, segar dan penuh dengan daya semangat hidup. Vegetarian mempunyai dua pengertian, yakni pengertian sebagai kata benda dan kata sifat. Sebagai kata benda, berarti orang yang berpantang makan daging, tetapi hanya makan sayur-sayuran dan bahan makanan nabati lainnya. Sebagai kata sifat, vegetarian berarti tidak mengandung daging atau kebiasaaan berpantang daging. Dengan demikian, kaum vegetarian sudah tentu akan menjauhkan diri dari makanan yang mengandung daging.

 

2.2 Jenis-jenis Vegetarian

Kata vegetarian mengacu pada pola makan tanpa daging hewani. Produk-produk hewani lainnya seperti susu sapi, telur ayam dan madu dihindari oleh sebagian orang vegetarian yang percaya bahwa pola makan seharusnya berdasarkan atas makanan-makanan nabati. Jenis-jenis vegetarian dijelaskan menurut ukuran sejauh mana menghindari produk-produk hewani, dari pola makan pseudo-vegetarian yang meliputi sebagian dari daging hewan hingga vegan murni, yang menghindari segala macam produk yang berasal dari hewan.

Jenis-jenis vegetarian tersebut antara lain:

  1. Vegan

Vegan kadang diartikan sebagai vegetarian murni, atau vegetarian total. Vegan      (istilah yang mengambil suku kata pertama dan terakhir dari kata “vegetarian”) tidak memakan produk hewani apapun. Kelompok vegetarian ini meninggalkan sama sekali produk hewani dan turunannya, termasuk gelatin, keju, yoghurt. Selain itu, mereka juga menghindari madu, royal-jelly, dan produk turunan serangga. Sebagian besar orang vegan menghindari madu karena dibuat oleh lebah, yang sering terbunuh pada saat pengambilan madu dari sarangnya. Mereka juga menghindari penggunaan produk hewani seperti kulit hewan ataupun kosmetik yang mengandung produk hewani.

  1. 2.      Vegetarian Lacto

Vegetarian Lacto adalah tipe vegetarian yang mengonsumsi bahan pangan nabati dan berpantang makan daging ternak, daging unggas, ikan, dan telur beserta produk olahannya namun masih mengonsumsi susu.

  1. 3.      Vegetarian Ovo

Vegetarian Ovo adalah tipe vegetarian yang berpantang makan daging ternak, daging unggas, ikan dan susu beserta produk olahannya namun masih mengonsumsi telur.

  1. 4.      Vegetarian Lacto-Ovo

Vegetarian Lacto-Ovo adalah tipe vegetarian yang paling umum ditemui. Tipe ini tidak mengonsumsi segala jenis daging, baik daging ternak ataupun daging unggas dan juga ikan. Namun, mereka masih mengonsumsi susu dan telur.

  1. Pseudo-vegetarian

Karena kepercayaan yang salah bahwa vegetarian adalah orang yang hanya menghindari “daging merah” maka banyak orang yang menyebut dirinya sebagai vegetarian walaupun memakan daging ayam dan ikan secara rutin. Karena unggas dan ikan adalah termasuk hewan, pola makan demikian paling baik diistilahkan sebagai pseudo-vegetarian. Tipe vegetarian ini kadang juga dinamakan dengan istilah pollo-vegetarian atau pesco-vegetarian.

Pollo-vegetarian adalah tipe vegetarian yang masih mengonsumsi daging unggas, seperti daging ayam, kalkun dan bebek tapi tidak mengonsumsi jenis daging lainnya. Sedangkan pesco-vegetarian atau juga dikenal dengan pescatarian adalah tipe vegetarian yang menghindari segala jenis daging, namun masih mengonsumsi ikan.

  1. Semi Vegetarian atau Flexitarian

Flexitarian adalah tipe vegetarian yang hanya mengonsumsi daging sekali atau dua kali dalam seminggu atau pada saat-saat tertentu saja.

  1. 7.      Fruitarian

Fruitarian adalah tipe vegetarian yang hanya mengonsumsi buah-buahan sebagai makanan sehari-hari.

2.3. Alasan menjadi Seorang Vegetarian

Dari tahun ke tahun penganut vegetarian semakin banyak. Trend vegetarian melanda Amerika Serikat tahun 1970.Lebih dari 30% masyarakat di AS menjadi vegetarian dengan makin berkembangnya berbagai restoran, produk makanan dan buku resep khusus vegetarian. Perubahan kebiasaan makan lemak manjadi non- lemak ini akibat meningkatnya kesadaran orang akan kesehatan pribadi. Kesadaran untuk mengganti konsumsi lemak dengan buah-buahan, sayuran dan padi-padian itu bertujuan mengurangi berbagai penyakit seperti penyakit jantung, kanker usus, diabetes mellitus, darah tinggi dan kegemukan. Sebenarnya tidak semua vegetarian memiliki status gizi yang sama baiknya.

2.4. Pola Makan Vegetarian

Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai jumlah dan jenis bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas pokok suatu kelompok masyarakat tertentu (Goan, 1985).

Menurut Yuliarti (2009), ada beberapa jenis bahan makanan yang perlu dikonsumsi oleh vegetarian, antara lain:

  1. Sayur-sayuran merupakan bahan makanan yang kaya akan zat gizi, diantaranya vitamin C, beta karoten, riboflavin, zat besi, kalsium dan bahan makanan nongizi, yakni serat. Sayur-sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan brokoli, sayur-sayuran yang berwarna kuning atau oranye seperti bayam, kentang manis, labu, semangka dan melon kuning mengandung beta karoten yang tinggi, perlu dikonsumsi lima porsi setiap hari.
  2. Buah-buahan merupakan bahan makanan yang kaya serat, vitamin C dan beta karoten, sehingga perlu dikonsumsi setiap hari.
  3. Roti, sereal, nasi dan biji-bijian lain sangat baik untuk dikonsumsi. Biji-bijian kaya akan serat, karbohidrat, protein dan zink.
  4. Kedelai maupun susu kedelai dan hasil olahannya baik untuk dikonsumsi karena merupakan sumber kalsium yang baik.
  5. Makanan jenis kacang-kacangan merupakan sumber protein, serat, zat besi, kalsium dan zink, sehingga baik untuk dikonsumsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1. Piramida Makanan untuk Kelompok Vegetarian

 

Seperti halnya diet nonvegetarian, vegan juga harus mengatur jumlah asupan makannya. Pedoman yang paling sering digunakan adalah dengan piramida makanan. Piramida makanan yang cukup dikenal adalah pedoman yang digunakan oleh Departement of Nutrition, Arizona State University. Adapun penjelasan lebih detail adalah sebagai berikut:

  1. Minyak

Berbagai minyak nabati dapat dikonsumsi vegan, mulai dari minyak kelapa, minyak kanola, minyak palem dan lain sebagainya. Bahan makanan ini harus dibatasi konsumsinya, 2-3 sendok teh saja setiap hari.

  1. Kacang-kacangan

Adapun golongan kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan sejenisnya dapat dikonsumsi 1-2 porsi setiap hari.

  1. Bahan makanan pengganti susu

 Bahan makanan pengganti susu yang dapat dikonsumsi vegan diantaranya susu kedelai maupun hasil olahan kedelai lain yang telah difortifikasi dengan vitamin B12. Bahan makanan ini dapat dikonsumsi sebanyak tiga porsi.

  1. Sayur-sayuran dan buah segar, seperti wortel, lobak, mentimun, labu, tomat, cabai dan bawang-bawangan dapat dikonsumsi oleh vegan sebanyak 2-4 porsi.
  2. Sayur-sayuran segar berdaun hijau, seperti kangkung, bayam, seledri, sawi dan selada dapat dikonsumsi sebanyak 2-3 porsi.
  3. Polong-polongan, seperti buncis dan bahan makanan kaya protein lain, seperti hasil olahan kedelai, yakni tempe, tahu dan tofu dapat dikonsumsi sebanyak 2-3 porsi.
  4. Buah-buahan segar, seperti semangka, nanas, jeruk, anggur, pisang dan lain sebagainya dapat dikonsumsi sebanyak 1-2 porsi.
  5. Buah-buahan kering dapat dikonsumsi sebanyak 1-2 porsi.
  6. Tepung-tepungan, pasta, sereal dan padi-padian dapat dikonsumsi sebanyak 6-10 porsi. Adapun kelompok ini adalah nasi, kentang, singkong, roti, ketan dan lain-lain.
  7. Mengonsumsi air, minimal delapan gelas sehari. Vegan yang kesulitan memenuhi kebutuhan vitamin tertentu dapat mengonsumsi suplemen, yakni vitamin B12 sebanyak 2,4 μg/d; vitamin D 200 IU/d dan kalsium 600 mg/d.

Adapun panduan diet vegan untuk wanita dapat dilihat pada tabel 2.1. seperti di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5 Kekurangan Zat Gizi yang Sering Terjadi pada Pola Makan Vegan

Vegetarian terbukti sangat bermanfaat dalam mencegah munculnya berbagai gangguan penyakit. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa makanan hewani merupakan makanan yang kaya zat gizi. Kandungan protein pada bahan makanan hewani sangat lengkap. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam bahan makanan hewani berbeda dengan bahan makanan nabati yang kandungan gizinya cenderung kurang lengkap. Oleh karena itu, sebagai penganut vegetarian agar tetap sehat harus dapat mengatur pola makan, serta mengonsumsi makanan yang beraneka ragam, sehingga kebutuhan gizi tetap terpenuhi dengan baik.

Pola makan lacto-ovo vegetarian dan lacto vegetarian masih mengonsumsi bahan makanan hewani, walaupun dalam jenis dan jumlah yang terbatas, sehingga tidak terlalu sulit untuk memenuhi kebutuhan zat gizi. Lain halnya vegan yang sama sekali tidak mengonsumsi bahan makanan hewani maupun produk olahannya, sehingga seringkali mengalami kekurangan zat gizi, seperti:

  1. Kekurangan zat besi

Zat besi memiliki peran besar dalam transportasi dan metabolisme oksigen di dalam tubuh, kekebalan, perkembangan kognitif, pengaturan suhu, metabolisme energi dan performa kerja. Meski tubuh manusia hanya memerlukan zat besi sekitar lima gram saja, namun jika terjadi defisiensi, maka akan berakibat besar bagi tubuh.

Banyak hal yang dapat menjadikan seorang vegan mengalami kekurangan zat besi, diantaranya:

  1. a.      Banyak mengonsumsi sayuran, padahal sayuran banyak mengandung fitat dan asam oksalat. Kedua jenis zat ini bersifat mengikat zat besi. Jadi, logis bila seorang vegan menderita kekurangan zat besi, mengingat zat besi yang dikonsumsinya banyak yang diikat oleh fitat dan asam oksalat, sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh.
  2. b.      Tidak atau kurang mengonsumsi daging, padahal daging merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Jadi, logis pula bila vegan yang tidak pandai mengatur dietnya mengalami kekurangan zat besi.
  3. Kekurangan vitamin B12

Banyak hal yang dapat menyebabkan seorang vegan mengalami kekurangan vitamin B12. Sebagian besar makanan yang mengandung vitamin B12 adalah makanan yang berasal dari hewan, seperti ginjal, hati, ikan, kepiting, ketam, unggas dan susu. Jadi, kekurangan vitamin B12 ini banyak menimpa mereka yang menerapkan pola makan vegan. Untuk mereka yang menerapkan pola makan vegetarian berjenis lacto maupun lacto ovo masih dapat memperoleh asupan vitamin B12 dari susu dan telur. Sebenarnya ada bahan makanan nabati yang mengandung vitamin B12, meski kandungannya tidak sebanyak yang ada dalam bahan makanan hewani, seperti miso, yang merupakan hasil fermentasi kedelai (sejenis tauco), tempe, sereal dan susu kedelai.

Kelebihan asupan vitamin lain, juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan vitamin B12. Asupan vitamin C yang terlalu tinggi justru akan mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan vitamin B12 karena vitamin C dosis tinggi (lebih dari 500 mg/hari) justru akan merusak vitamin B12, mengubah vitamin B12 menjadi bentuk yang tidak aktif atau analognya yang justru merupakan antivitamin B12, sehingga mengakibatkan kekurangan vitamin B12. Vitamin B12 sangat penting bagi tubuh. Vitamin ini mampu meningkatkan nafsu makan dan mencegah terjadinya anemia. Seseorang yang mengalami kekurangan vitamin B12 akan mengalami gangguan dalam pembentukan sel darah merah. Jumlah sel darah merah yang menurun akan memunculkan anemia yang ditandai dengan kelelahan, turunnya nafsu makan dan diare. Defisiensi yang berat akan menimbulkan anemia perniosa.

  1. Kekurangan protein

Asupan asam amino dalam menu harian sangatlah penting. Asam amino merupakan unit pembentuk protein, yakni zat yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme dan memperbaiki sel yang rusak. Dari 20 jenis asam amino, ada jenis asam amino yang dapat dibuat oleh tubuh, disebut asam amino nonesensial dan ada pula asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipasok dari luar, disebut sebagai asam amino esensial. Meskipun sejumlah kacang-kacangan mengandung protein yang tinggi, namun jenis asam amino yang terdapat di dalamnya tidak selengkap yang ada pada bahan makanan hewani. Setiap jenis bahan makanan nabati kekurangan satu atau lebih asam amino esensial di dalamnya. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk hanya mengonsumsi satu macam sumber protein nabati. Perlu kombinasi beberapa jenis bahan makanan nabati agar kebutuhan asam amino esensial terpenuhi.

  1. Kekurangan lemak

Terlalu banyak mengonsumsi lemak dapat meningkatkan kadar trigleserida atau kolesterol darah, sehingga meningkatkan resiko serangan jantung maupun arteriosclerosis. Lemak bagi vegan didapatkan dari beberapa bahan makanan nabati, seperti apokat, kacang-kacangan, biji bunga matahari dan kedelai.

  1. Kekurangan vitamin A

Pada prinsipnya vitamin A hanya terdapat pada produk hewani. Tumbuh-tumbuhan hanya mengandung beta karoten yang merupakan suatu substansi yang di dalam tubuh diubah menjadi vitamin A.

  1. Kekurangan vitamin D

Vitamin D berguna untuk penyerapan kalsium dan fosfat dari usus, mineralisasi, pertumbuhan dan perbaikan tulang. Oleh karena berfungsi membantu penyerapan kalsium, maka biasanya kekurangan vitamin D ini akan mengakibatkan kekurangan kalsium pula.

  1. Kekurangan kalsium 

Mineral kalsium sangat penting bagi tubuh, kalsium diperlukan dalam jumlah yang relatif besar untuk membentuk tulang dan gigi, kontraksi otot, detak jantung, penyerapan vitamin B12, serta mempengaruhi tekanan darah arterial.

2.6 Keseimbangan  Gizi Bagi Vegetarian

Setiap orang yang berkeinginan kuat untuk hidup sehat dan panjang umur hendaknya secara serius menerima kemungkinan menjadi vegetarian. Meskipun kedengarannya usang, dewasa ini gerakan vegetarian sedang mengalami gelombang kepopuleran baru. Banyak orang mulai paham bahwa mencari bahan makanan dari tumbuh-tumbuhan lebih bijaksana daripada mencari bahan makanan dari daging hewan. Mungkin kita beranggapan, seseorang tidak akan bisa bekerja keras untuk melakukan pekerjaan berat sepanjang hari hanya dengan memakan nasi, sayuran, dan buah. Mengapa tidak Sapi, kuda, dan gajah menunjukkan kegiatan yang kekuatannya sangat mengherankan, sementara mereka hanya makan tumbuh-tumbuhan. Memang harimau makan daging, tapi tenaganya yang besar hanya sementara dan tidak memiliki kekuatan untuk bekerja.

Karena kebutuhan yang tak terhindarkan, tubuh mereka yang melakukan hidup vegetarian perlu ekstra tambahan beberapa jenis vitamin yang tidak diperoleh akibat pantang makan daging, ikan, telur, serta produk ternak lainnya. Kecukupan semua jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, tidak bisa terpenuhi hanya dari menu vegetarian belaka. Kecuali mereka yang menganut setengah vegetarian, yang tidak mengharamkan mengonsumsi telur dan susu, kekurangan beberapa jenis vitamin, terutama vitamin B12, zat besi, dan kalsium, tidak sebesar yang diderita mereka yang vegetarian total.

Bahwa buat tubuh yang menyimpan risiko terkena penyakit jantung dan stroke, yang dalam tubuhnya membawa bakat mewarisi kadar lemak darah (lipid) yang cenderung meninggi, sikap bervegetarian tentu lebih menyehatkan.

Seorang vegetarian yang mengetahui teknik perhitungan gizi, dengan memakan makanan campuran biji-bijian, kacang-kacangan, sayursayuran, dan buah-buahan setiap hari sudah bisa mendapat semua zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh itu. Berikut ini adalah beberapa zat makanan yang perlu perhatian istimewa, untuk seorang vegetarian yang tidak makan hasil dari daging.

  1. 1.      Protein

Banyak makanan tanpa daging mengandung protein dan kalau seorang memasukkan makanan tersebut di dalam makanan setiap hari, dia sudah mendapatkan cukup protein. Berikut ini terdapat peta perbandingan protein dari bermacam-macam sumber. Porsi rekomendasi harian di protein untuk seorang laki-laki adalah 65-90 grams dan untuk seorang perempruan adalah 55-63 grams.

100 gram porsi                                    Protein

Ikan                                                     33.4 gr.

Daging                                                15.0 gr.

Telur                                                    12.3 gr.

Tempe                                                 10.0 gr.

Tahu                                                    7.4 gr.

Kacang Tanah                                     24.3 gr.

  1. 2.      Vitamin B12

Sumber terpenting vitamin B12 untuk seorang vegetarian adalah susu dan telur. Seorang vegan harus makan sayuran dari laut atau menggunakan suplemen untuk mendapatkan jumlah B12 yang sesuai dan cukup B12 dalam makanannya.

  1. 3.      Vitamin D

Sekali lagi, sumber terpenting untuk vitamin D untuk seorang vegetarian adalah susu dan telur. Seorang vegetarian harus menggunakan suplemen atau menerima banyak matahari, yang menyebabkan tubuh membuat vitamin D secara wajar.

 

  1. 4.      Asam-Asam Amino

Adalah semua asam amino di dalam telur, tetapi seorang lacto-vegetarian dan seorang vegan harus memakan makanan campuran biji-bijian, kacang dan tumbuhan polong untuk menyeimbangkan asam-asam amino dan protein.

  1. 5.      Zat Besi

Seorang vegetarian bisa memakan banyak buah-buahan dan sayuran bervitamin C tinggi, untuk menambah penyerapan zat besi dalam makanan non daging.

2.7 Kelompok Makanan Piramida

Berikut ini adalah rekomendasi terbaru dari porsiporsi kelompok makanan di mana seseorang harus memakannya setiap hari. Kelompok makanan piramida itu menyokong makanan vegetarian karena penekanan itu atas makanan rendah lemak dan non daging.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 1.      Daging Tiruan

Sekarang ini terdapat pilihan menarik: tidak memakan daging karena mengikuti gaya hidup vegetarian, tapi tetap dapat mengkonsumsi “daging”. Hanya saja, dagingnya memang daging tiruan. Daging tiruan dapat dibuat dari berbagai bahan pangan. Salah satu yang terpopuler dibuat dari bahan gluten, yaitu protein dari golongan wheat atau gandum-ganduman, seperti tepung terigu. Untuk membuat daging tiruan ini, jenis tepung terigu yang baik digunakan adalah tepung berprotein tinggi. Tepung jenis ini dapat menghasilkan gluten yang baik. Selain gluten, daging tiruan juga dapat dibuat dari isolat protein kacang kedelai, kacang hijau, daging buah jambu mete atau jambu monyet, jamur, ampas tahu, dan lain sebagainya.

  1. 2.      WORLD MEATLESS DAY

World Meatless Day (Hari Tanpa Daging Sedunia) adalah sebuah event yg dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 25 November. Dimana pada hari tersebut masyarakat umum menyatakan kesanggupan untuk tidak memakan daging segala jenis hewan apapun juga (sapi, ayam, ikan, babi, kambing, seafood, dsb) selama satu hari penuh sebagai bentuk rasa cinta kasih dan pola hidup sehat. Hal ini ditandai dengan mengisi form kesanggupan / tanda tangan untuk tidak makan daging (plegde to meatless) pada hari tersebut yang telah dibuat oleh organisasi-organisasi vegetarian di seluruh dunia yang ikut mendukung peringatan World Meatless Day.

World Meatless Day pertama kali dimulai di India pada tahun 1986, dipelopori oleh Misi Sadhu Vaswani yang merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pelayanan sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

PEMBAHASAN

  1. Umur lebih panjang

Kesimpulan hasil penelitian tim dari Loma Linda University, AS,menyebutkan : dibanding para penyantap daging, pelaku vegetarian hidup 15 tahun lebih lama.
Kalau dibandingkan para vegan, renggang hidup pelaku vegetarian lebih panjang 7 tahun. Penganut vegan sama sekali tidak makan daging dan bahan hewani apapun, termasuk bahan non-daging yang didapat tanpa membunuh seperti telur, susu, keju, yogurt. Sementara para pelaku vegetarian masih menyantap bahan hewani non-daging.

Hasil penelitian tersebut diperkuat beberapa kesimpulan hasil penelitian serupa lainnya. China Health Project menemukan bahwa orang-orang China yang memakan lemak hewani paling sedikit memiliki risiko paling kecil mengidap kanker, penyakit jantung, dan penyakit degeneratif kronis lain seperti kencing manis. Penelitian lain dilakukan di Inggris selama 12 tahun, melibatkan 6000 vegetarian dan 5000 pemakan daging. Hasilnya, pelaku vegetarian yang meninggal karena kanker 40% lebih rendah daripada pemakan daging, sedangkan yang meninggal karena penyakit lain 20% lebih rendah.

  1. Kesehatan jantung terjaga

Kematian akibat penyakit jantung semakin meningkat, demikian pula dinegara kita.Sama dengan di AS, di Indonesia pun penyakit jantung sudah menjadi pembunuh nomor satu. Hal ini disebabkan antara lain pola makan yang salah, meningkatnya kadar kolesterol darah, kurang gerak badan, dan stres.
Dari sebuah penelitian diketahui bahwa anak-anak berumur 5 tahun yang dibesarkan dengan banyak menghabiskan makanan cepat saji (fast food)dan makanan miskin gizi (junk food) menampakkan tanda-tanda dini terkena penyakit jantung.

Tim peneliti dari Lousiana University, AS,memperoleh data satu dari sembilan wanita berusia 45-65 tahun menderita penyakit jantung. Saat ini rata-rata pria AS pemakan daging berpeluang 50% meninggal akibat penyakit jantung. Risiko ini akan turun menjadi 15% jika mereka berhenti makan daging, dan risiko hanya tinggal 4% jika mereka berhenti makan daging, telur, dan produk olahan hewani.

  1. Jauh dari ancaman kanker

Salah satu hasil penelitian Harvard Nurses Health Study menyebutkan daging diduga keras berhubungan dengan kanker payudara.The National Cancer Institute mengatakan wanita yang setiap hari menyantap daging berpeluang empat kali lebih besar terkena kanker payudara dibanding yang tidak makan daging setiap hari.

  1. Tubuh menjadi langsing.

Pada umumnya pelaku vegetarian bertubuh lebih langsing daripada pemakan daging. Alasannya, sayuran yang kaya protein seperti taoge,kacang merah segar, bayam merah, daun singkong, daun kacang panjang,mengandung lemak dan kalori lebih rendah daripada standar dari diet. Tak heran jika pelaku vegetarian pun jarang terkena penyakit yang berhubungan dengan kelebihan berat badan seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan kencing manis (diabetes mellitus).

  1. Tulang akan semakin kokoh

Penurunan masa tulang pada wanita vegetarian berumur 65 tahun sebesar 18%, sedangkan pada wanita non vegetarian dua kali lebih besar.Para peneliti mendapatkan kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian terhadap konsumsi kelebihan protein.Rata-rata wanita AS mengkonsumsi protein 144% dari anjuran kecukupan, sedangkan prianya mengkonsumsi 175%.Kelebihan protein mengganggu penyerapan dan retensi kalsium, sehingga mendorong tubuh menguras kalsium yang dapat mengakibatkan penyakit rapuh tulang (osteoporosis). Protein hewani, termasuk susu, menyebabkan darah bersifat asam. Guna mengimbangi keadaan tersebut,tubuh mencuri simpanan kalsium dalam tulang. Pengurangan simpanan kalsium tulang menjadikan kepadatan tulang berkurang, sehingga menjadi rapuh. Tanpa perlu bergantung pada susu, para pelaku vegetarian dapat memperoleh kalsium dari bahan makanan lain kaya kalsium, seperti sayuran hijau (bayam, daun katuk, daun pepaya, daun singkong,brokoli), sayuran polong (kacang panjang, buncis, kecipir), dan kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kedelai,tempe, tahu).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4

KESIMPULAN

  1. Vegetarian berasal dari kata vegetus, yang artinya lincah, segar dan penuh dengan daya semangat hidup.
  2. Jenis-jenis vegetarian tersebut antara lain:
    1. Vegan,vegan kadang diartikan sebagai vegetarian murni, atau vegetarian total. Vegan      (istilah yang mengambil suku kata pertama dan terakhir dari kata “vegetarian”) tidak memakan produk hewani apapun.
    2. Vegetarian Lacto adalah tipe vegetarian yang mengonsumsi bahan pangan nabati dan berpantang makan daging ternak, daging unggas, ikan, dan telur beserta produk olahannya namun masih mengonsumsi susu.
    3. Vegetarian Ovo adalah tipe vegetarian yang berpantang makan daging ternak, daging unggas, ikan dan susu beserta produk olahannya namun masih mengonsumsi telur.
    4. Vegetarian Lacto-Ovo adalah tipe vegetarian yang paling umum ditemui. Tipe ini tidak mengonsumsi segala jenis daging, baik daging ternak ataupun daging unggas dan juga ikan. Namun, mereka masih mengonsumsi susu dan telur.
    5. Pseudo-vegetarian, Karena kepercayaan yang salah bahwa vegetarian adalah orang yang hanya menghindari “daging merah” maka banyak orang yang menyebut dirinya sebagai vegetarian walaupun memakan daging ayam dan ikan secara rutin.
    6. Pollo-vegetarian adalah tipe vegetarian yang masih mengonsumsi daging unggas, seperti daging ayam, kalkun dan bebek tapi tidak mengonsumsi jenis daging lainnya.
    7. Flexitarian adalah tipe vegetarian yang hanya mengonsumsi daging sekali atau dua kali dalam seminggu atau pada saat-saat tertentu saja.
    8. Fruitarian adalah tipe vegetarian yang hanya mengonsumsi buah-buahan sebagai makanan sehari-hari.
    9. Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai jumlah dan jenis bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas pokok suatu kelompok masyarakat tertentu (Goan, 1985).
    10. Kekurangan kekurangan zat gizi pada vegetarian
      1. Kekurangan zat besi
      2. Kekurangan vitamin B12
      3. Kekurangan protein
      4. Kekurangan lemak
      5. Kekurangan vitamin A
      6. Kekurangan vitamin D
      7. Kekurangan kalsium 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s