Metode Skrinning Untuk Anak dan Bayi

  1. NRS (Nutritional Risk Screening)

Nutritional Risk Screening adalah Langkah pertama dalam pengobatan penyakit yang berhubungan dengan  gizi. Oleh karena itu, harus dilakukan sudah pada masuk dan diulang secara teratur (Misalnya seminggu sekali) selama tinggal di rumah sakit. “

Sebuah sistem untuk skrining risiko gizi dijelaskan. Hal ini didasarkan pada konsep bahwa
dukungan nutrisi diindikasikan pada pasien yang sakit parah dengan kebutuhan gizi meningkat, atau yang nutrisi cukup. The “Nutrisi Seleksi Risiko Kuesioner “dapat digunakan untuk mengidentifikasi gizi remaja yang berpotensi terkena risiko gizi buruk. Itu pertanyaan yang diajukan alamat makan perilaku, pilihan makanan, makanan sumber daya, berat dan citra tubuh, aktivitas fisik, dan klien kesiapan untuk membuat perubahan  daerah-daerah.

Nutrisi ini penting bagi kesehatan secara keseluruhan, namun sering diabaikan. Di semua sektor perawatan kesehatan, perawatan gizi yang kurang dimanfaatkan, yang sering menimbulkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Nutritional Risk Screening adalah sarana untuk dengan cepat dan mudah mengidentifikasi siapa mungkin memiliki masalah gizi. Ini adalah langkah pertama dalam program perawatan gizi yang komprehensif yang akan memenuhi kebutuhan nutrisi klien dan pasien.

Nutrisi skrining risiko mengidentifikasi individu-individu “beresiko” untuk asupan makanan terganggu dan akhirnya status gizi buruk jika intervensi tidak terjadi. Nutritional Risk Screening melibatkan identifikasi faktor risiko dalam kelompok populasi tertentu yang dapat mempengaruhi asupan makanan dan status gizi. Faktor risiko akan berubah dengan kelompok penduduk. Dalam perawatan akut,  berefek pada status gizi, peradangan, asupan makanan, dan perubahan komposisi fungsional tubuh.

Kualitas alat risiko gizi skrining yang diperlukan, mereka harus valid, dapat diandalkan, layak dan sesuai dengan budaya. Profesor Keller telah terlibat dalam pengembangan dan / atau evaluasi alat skrining gizi beberapa risiko, termasuk SCREEN© (Seniors in the Community Risk Evaluation for Eating and Nutrition) and NutriSTEP® (Nutrition Screening for Toddlers and Preschoolers). 

NRS didasarkan pada interpretasi yang  tersedia uji klinis. * Menunjukkan bahwa secara langsung mendukung kategorisasi pasien dengan diagnosis itu. Diagnosa ditampilkan dalam huruf miring didasarkan pada prototipe yang diberikan di bawah ini. Risiko gizi didefinisikan oleh status gizi sekarang dan risiko penurunan status ini, karena persyaratan meningkat disebabkan oleh metabolisme stres pada kondisi klinis.

 Sebuah rencana perawatan gizi diindikasikan pada semua pasien yang (1) sangat kurang (skor = 3), atau (2) sakit parah (skor = 3), atau (3) cukup gizi + agak sakit (skor 2 +1), atau (4) agak kurang gizi + cukup sakit (skor 1 + 2).

Prototipe untuk keparahan penyakit

Skor = 1: pasien dengan penyakit kronis, dirawat di rumah sakit akibat komplikasi. Pasien lemah tetapi bisa bangkit dari tempat tidur. Kebutuhan protein meningkat, tetapi dapat ditutupi dengan diet oral atau suplemen.

Skor = 2: pasien berada di tempat tidur karena sakit, misalnya setelah operasi besar perut. Kebutuhan protein meningkat secara substansial, tetapi dapat tertutup, meskipun makanan buatan diperlukan dalam banyak kasus.

Skor = 3: pasien dalam perawatan intensif . Protein dibantu meningkat dan tidak dapat ditutupi bahkan oleh makanan buatan. Kerusakan protein dan kehilangan nitrogen dapat secara signifikan dilemahkan.

2. PNSC (Parent Nutrition Screening Checklist For Children With Special Needs)

PNSC adalah Pengembangan skrinning gizi untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus. Makan begitu mudah dan alami yang kadang-kadang kita menerima begitu saja. Waktu makan juga kadang dihabiskan bersama dengan keluarga dan teman-teman. Namun, untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, tindakan sederhana seperti makan dapat menjadi masalah harian untuk kedua orang tua dan anak. Makan dapat menjadi terkait dengan rasa takut,  stres dan ketidaknyamanan.

Sebanyak 40% anak-anak dengan kebutuhan khusus di AS bisa berada di gizi resiko (0,1). Umum kekhawatiranterlihat pada anak-anak dengan kebutuhan khusus (CSN)  termasuk masalah pertumbuhan dan berat badan, kesulitan makan oral, kekurangan gizi dan aksesibilitas makanan. Ketika masalah ini tidak ditangani, dapat menambah suatu kecacatan anak, menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan biaya intervensi, terapi lain dan dukungan.

Namun, tidak semua CSN akan memerlukan intervensi gizi. Oleh karena itu, kami menyadari bahwa ada kebutuhan untuk mengembangkan alat skrining untuk mengidentifikasi gizi pada CSN di masyarakat agar bisa diintervensi. Seringkali ada aksesibilitas terbatas pada ahli gizi untuk penilaian gizi atau konsultasi. sehingga checklist skrining diri diberikan nutrisi dapat membantu kesehatan  profesional untuk menentukan mana anak akan mendapat manfaat dari intervensi gizi. Parent Nutrition Screening Checklist (PNSC) ini bisa digunakan untuk orang tua anak-anak dengan kebutuhan khusus usia 1 sampai 18 tahun. Istilah “anak berkebutuhan khusus” menggambarkan berbagai kondisi: cacat neuromotor (misalnya cerebral palsy), kompleks perkembangan dan perilaku cacat dan kebutuhan kesehatan khusus seperti cedera otak, Downs syndrome, spina bifida, otot penyakit, anak-anak tergantung pada teknologi medis, anak-anak dengan paparan pralahir untuk alkohol dan obat-obatan lainnya, Autisme.

Untuk PNSC didefinisikan sebagai orang tua di masyarakat berperan menyelesaikan alat untuk mendeteksi tingkat risiko gizi bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus dari usia 1-18 tahun. Faktor risiko atribut kunci gizi dibentuk menjadi tiga kategori. Pertanyaan yang berkaitan dengan tiga kategori membentuk dasar dari checklist skrining adalah :

(A) Kesehatan & Diet Khusus (HS) misalnya berat badan atau lebih berat, muntah, sembelit atau diare;  kesehatan gigi mempengaruhi makan, kesulitan dengan diet khusus, masalah dengan tube feeding.

(B) Oral Feeding (OF) susah bicara, kesulitan makan perilaku, komunikasi.

(C) Intake (IN) misalnya penggunaan vitamin / mineral suplemen, asupan yang tidak memadai atau berlebihan dari cairan, makanan atau camilan energi tinggi, asupan non-makanan (pica).

APPENDIX  1

 Sample Questions from tool — PARENT NUTRITION SCREENING CHECKLIST FOR  CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS

Instruksi:

Anak-anak dengan kebutuhan khusus sering memiliki masalah gizi. Checklist ini dapat membantu mengidentifikasi anak-anak yang dapat manfaat dari dukungan nutrisi. Silakan lingkaran YES atau NO untuk masing-masing Pernyataan dan kemudian tingkat tingkat perhatian dengan melingkari nomor yang sesuai: 0 = tidak ada perhatian,

1 = beberapa kekhawatiran, 2 = sangat prihatin.

ITEM

YES

NO

LEVEL OF  CONCERN

3. My child has problems with bowel movements  (e.g. too watery or constipated)

YES

NO

0      1       2

6. My child is on a tube feeding.

YES

NO

0      1       2

8. My child usually:  refuses to eat ____   eats too much ______

YES

NO

0      1       2

13. Over a one week period consider: My child eats too much or not enough fruit (includes fruit juices).

YES

NO

0      1      

 

3. STAMP ( Screening Tool for the Assessment of Malnutrition in Paediatric )

Latar Belakang & Tujuan

STAMP adalah nutrisi divalidasi alat skrining untuk digunakan pada anak-anak dirawat di rumah sakit berusia 2-16 tahun. Status gizi seorang anak bisa memburuk selama masuk rumah sakit. Tidak ada alat skrining universal diterima anak gizi ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan kemudahan penggunaan dua STAMP baru, instrumen dan STRONGKIDS, untuk penilaian risiko gizi pasien rawat inap pediatrik.

Metode

Dalam sebuah studi cross-sectional dua peneliti terlatih diterapkan STAMP dan STRONGKIDS untuk pasien rawat inap yang memenuhi syarat. Data demografi, informasi klinis dan pengukuran antropometri dicatat. Korelasi risiko dinilai dan dua faktor prediksi risiko gizi, status gizi antropometri dan adanya intervensi gizi, digunakan untuk mengevaluasi validitas instrumen.

Hasil

Dari 43 anak dinilai oleh STAMP dan STRONGKIDS, dinilai sebagai: STAMP: resiko tinggi 44%, 28% menengah risiko dan risiko rendah 28% dan STRONGKIDS: 27% risiko tinggi, risiko menengah 49%, dan risiko rendah 24%. Cap skor berhubungan dengan tindakan antropometri gizi kronis (tinggi-untuk-usia) tetapi tidak ukuran gizi akut (BMI). STRONGKIDS berhubungan dengan semua langkah antropometri. Untuk STAMP dan STRONGKIDS, 57% dan 83% dari anak-anak berisiko tinggi masing-masing, menerima intervensi gizi.

NCP (nutritional care process) Gizi pada usia dewasa

Ilustrasi

Seorang bapak bermana Juartono berumur 41 tahun memiliki TB 164 cm BB 65 kg. Saat ini bapak Juartono bekerja sebagai mandor sekaligus supir alat berat di perusahaan tambang swasta di kalimantan timur, dengan jam kerja mulai dari 06.00 pagi hingga 18.00. keadaan lingkungan tambang yang berdebu dan tandus adalah keseharian yang biasa dihadapi oleh bapak Juartono. Dan jam istirahat 2x yaitu pada jam 09.00 pago dan 03.00 sore.  Pada saat istirahat bapak Juartono menyantap makan siang yang disiapkan oleh perusahaan tersebut. Bapak Juartono mempunyai problem tentang berat badan lebih. Bapak juartono termasuk orang yang sangat menyukai buah dan sayuran.

Dan diperoleh recaal makan bapak juartono sehari sebagai berikut :

waktu

makanan

Bahan

berat

Energi

Prot

L

KH

pagi

Nasi putih

Beras

150 gr

262.5

6

60

05.40

Telur ayam goreng

Telu ayam ras

60 gr

95

10

6

 

 

Minyak

5 gr

45

5

 

Teh hangat manis

Gula

13 gr

40

10

 

 

 

 

442,5

16

11

70

09.00

Teh manis

Gula

13 gr

40

10

 

Bolu

Gula

13 gr

40

10

 

 

Tepung terigu

100 gr

262,5

6

60

 

 

Telur ayam

60 gr

95

10

6

 

Donat

Gula

13 gr

40

10

 

 

Tepung terigu

100 gr

262,5

6

60

 

 

 

 

740

22

6

150

Siang

Nasi putih

Beras

150 gr

262,5

6

60

01.00

Ikan patin goreng

Patin

50 gr

95

10

6

 

Sambel goreng tahu

Tahu

100gr

80

6

3

8

 

 

Minyak

5 gr

45

5

 

 

 

 

482,5

22

14

68

03.00

Roti

 

50 gr

87,5

2

20

 

Kacang goreng

Kacang tanah

80 gr

320

24

12

32

 

 

Minyak

5 gr

45

5

 

Buah

Apel

150 gr

80

20

 

Susu

 

100 ml

110

7

7

9

 

 

 

 

642,5

33

24

81

07.00

Nasi putih

Beras

150 gr

262,5

6

60

 

Oseng jagung manis

Jagung manis

50 gr

25

1,5

5

 

 

Terong

50 gr

25

1.5

5

 

 

Minyak

5 gr

45

5

 

Ikan sepat kering

 

25 gr

95

10

6

 

Teh manis

Gula

13 gr

40

10

 

 

 

 

492,5

19

11

80

 

 

Jumlah

 

2.800

90

66

449

 

 

 

 

 

NCP

  1. A.  IDENTITAS PASIEN

Nama : Juartono

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Usia : 41 tahun

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Keluhan : Kelebihan berat badan

 

  1. B.  SKRINING GIZI

NO

INDIKATOR

YA

TIDAK

1

Perubahan BB

 

P

2

Nafsu makan kurang

 

3

Kesulitan mengunyah dan menelan

 

P

4

Mual dan muntah

 

P

5

Diare/konstipasi

 

P

6

Alergi/intoleransi zat gizi

 

P

7

Diet khusus

 

P

8

Enteral/parenteral

 

P

9

Serum albumin rendah

 

P

10

Status gizi normal ( IMT )

 

P

Kesimpulan : berdasarkan skrining diatas status gizi bapak Juartono tidak normal dengan IMT 25,39 Kg/m2 (kelebihan berat badan tingkat ringan )

 

 

 

  1. C.  ASESMENT GIZI

Antropometri

BBI = 57,6 Kg

IMT = 25,39 ( overweight tingkat ringan )

Biokimia

Clinis

Fisik

Dietary history

Bapak juartono bekerja di sebuah perusahaan tambang dengan jam kerja dari 06.00-18.00. Dengan istirahat 2x. Dan mempunyai keluhan tentang berat bdannya.

Dan diperoleh Audit Gizi :

  • E     =  x 100 %= 112,2 ( baik )
  • P     =  x 100 % = 96,18 ( baik )
  • L     =   x 100 % =  119,02 ( baik)
  • KH =  x 100 % = 110,73 ( baik )

Aktivitas fisik

Berat

 Kesimpulan : kebutuhan zat gizi yang dikonsumsi baik.

 

  1. D.  DIAGNOSA GIZI

      Domain Intake

 

 

 

 

      Domain Klinis

NC-3.3 kelebihan berat badan tingkat ringan ,berkaitan dengan pola makan yang tidak seimbang dan dibuktikan dengan IMT= 25,39 ( overweiht tingkat ringan )

      Domain Prilaku

NB-2.4 ketidak mampuan menyiapkan makanan/ hidangan sendiri berkaitan dengan kelebihan aktivitas fisik dibuktikan dengan tidak normalnya berat badan ideal.

  1. E.  Intervebsi Gizi

      Tujuan :

  1. Jangka panjang : Memperbaiki pola makan menjadi lebih teratur dan bergizi
  2. Jangka pendek : Menurunkan berat badan

      Jenis Diet : Obesitas => diet rendah kalori gizi seimbang.

 

      Perhitungan  Zat  Gizi dan Cairan :

BBI         = 90% (164-100)

               = 57,6 Kg

BMI : kg/cm2 ( overweight tingkat ringan )

Kebutuhan cairan : 35 x 57,6 = 2.016 ml/kgBB/hr

Kebutuhan Energi :

BMR                           = 1 x 57,6 x 24                =1.382,4 Kkal

Koreksi tidur    = 10% x 57,6 x 8 jam                 = 46,08 Kkal     –

                                                                        1.336,32 Kkal

Koreksi umur    = 3% x 1.336,32                        = 40,08 Kkal  –

                                                                        1.296,24 Kkal

Aktivitas          = 75% x 1.296,24                       = 972,18 Kkal   +

                                                                        2.268,42 Kkal

SDA                           = 10% x    2.268,42                   = 226,84 Kkal

                                                      2.495,26 Kkal

±5% x 2.495,26 = 124,76

2.495,26 – 124,76= 2.370,5 Kkal

2.495,26 + 124,76= 2.620,02 Kkal

 

Protein =

±5% x 93,57 = 4,67

93,57 – 4,67 = 88,9 Kkal

93,57 + 4,67 = 98,24 Kkal

Lemak =

±5% x 55,45 = 2,77

55,45 – 2,77 = 52,68 gram

55,45 + 2,77= 58,22 gram

 

KH = =  gram

±5% x 327,28 = 16,36

327,28 – 16,36 = 310,92 gram

327,28 + 16,36 = 343,64 gram

      Prinsip diet : Rendah kalori (KH dan Lemak), tinggi serat, protein cukup dan vit C.

      Syarat diet :

  • Pengurangan kalori 500 Kkal/ hari => menrunkan BB sebanyak 0.5 kg/minggu
  • Protein diberikan cukup sebanyak 93,57 gram.
  • Tinggi serat => membuat rasa kenyang
  • Makanan tinggi kandungan Fe + suplemen Fe.
  • Makanan tinggi kandungan vit C untuk mempertahankan kondisi imun dilapangan.

      Bentuk makanan : Biasa

      Frekuensi : 3x makanan utama, 2x selingan.

      Rute : oral ( mulut)

      Edukasi Gizi

Topik : Tentang pola makan seimbang

Sasaran : Bapak Juartono dan keluarga

Metode : Ceramah, diskusi dan tanya jawab

Alat peraga : Food model

Waktu : 30 menit

Materi :

–      Pentingnya menu seimbang untuk orang dewasa dengan berat badan lebih.

–      Pentingnya mengkonsumsi makanan yang mengandung vit.C berguna untuk antibody dengan lingkungan yang kurang baik.

      Monitoring dan Evaluasi

–      Apakah Bapak Juartono sudah menerapkan menu seimbang ?

–      Apakah berat badan Bapak Juartono sudah turun?

Menu sehari bapak Juartono

Waktu

Menu

Bahan

Berat

Kkal

Prot

L

Kh

Pagi

Nasi putih

Beras

100 gr

180

3

0,3

39,8

 

Ayam goreng

Ayam

100 gr

298

18,2

25

 

 

Minyak

13 gr

114,9

13

 

Tahu orak arik

Tahu

50 gr

40

5,4

2,3

0,4

 

 

Gula

5 gr

19,7

4,7

 

 

Cabai rawit

5 gr

6

0,2

0,12

0,9

 

 

 

 

658,6

26,8

40,7

45,8

Snack

Kolak pisang

Pisang

100 gr

180

3

0,3

39,8

 

 

Gula merah

13 gr

47,8

11,9

 

 

Santan

50 ml

45

5

 

Jus mangga

Mangga

200 gr

104

1,4

24,6

 

 

Gula

13 gr

114,9

13

 

 

 

 

491,7

17

18,3

76,3

Siang

Nasi putih

Beras

100 gr

180

3

0,3

39,8

 

Pepes tongkol

Ikan tongkol

50 gr

50

6,8

0,75

4

 

 

Gula

5 gr

19,7

4,7

 

Tempe goreng

Tempe

50 gr

100,5

10,4

4,4

6,75

 

 

Minyak

13 gr

114,9

13

 

Lalapan + sambel kacang

Kacang panjang

10 gr

3,1

0,23

0,01

0,53

 

 

Daun singkong

10 gr

5

0,62

0,11

0,71

 

 

Terong

50 gr

5,6

0,22

0,04

1,1

 

 

Kacang tanah

40 gr

210

11,16

17,08

6,96

 

 

Gula

5 gr

19,7

4,7

 

 

Minyak

13 gr

114,9

13

 

Buah

Pepaya

100 gr

46

0,5

12,2

 

 

 

 

869,4

32,9

88,2

81,4

Snack

Bakwan dan tahu isi

Tepung terigu

100 gr

333

9,0

1,0

77,2

 

 

Gula

5  gr

19,7

4,7

 

 

Tahu

100 gr

80

10,9

4,7

0,8

 

 

Bihun

50 gr

174

2,3

0,05

41

 

 

Wortel

20 gr

7,2

0,2

0,12

1,58

 

 

Kubis

10 gr

2,9

0,14

0,02

0,53

 

 

Tauge

20 gr

6,8

0,74

0,24

0,86

 

 

Minyak

26 gr

228,9

26

 

 

 

 

852,5

23,2

31,1

126,6

Malam

Nasi putih

Beras

150 gr

270

4,5

0,45

59,7

 

Ikan mas goreng

Ikan mas

100 gr

86

16

2

 

 

Minyak

13 gr

114,9

13

 

Oseng sayuran

Tahu

50 gr

40

5,4

2,3

0,4

 

 

Jagung muda

15 gr

5,2

0,33

0,01

1,1

 

 

Kubis

10 gr

2,9

0,14

0,02

0,53

 

 

Wortel

15 gr

5

0,36

0,04

0,8

 

 

Telur

60 gr

92,4

7,4

6,4

0,4

 

 

Minyak

13 gr

114,9

13

 

 

Gula

5 gr

19,7

4,7

 

Buah

Apel

150 gr

87

0,45

0,6

22,3

 

 

 

 

838

34,5

37,8

89,9

 

NCP (nutritional care process) Gizi pada Lansia (lanjut usia)

Contoh Kasus

Seorang bapak bernama Agung Winardo berumur 70 tahun memiliki TB 168 cm BB 72 kg. Pensiunan Tentara Nasional Indonesia. Saat ini ia bekerja sebagai petani menggarap lahan miliknya seluas 1 Ha. Setiap pagi ia pergi bekerja mulai jam 06.00 sampai jam 11.00 untuk istrahat makan siang. Istrinya selalu menyiapkan telur ceplok dan nasi putih untuk sarapan pagi. Nasi putih dan ikan asin serta tempe goreng, sayur lodeh dan buah pisang menjadi santapan makan siang.  Tidur siang ia lakukan setelah sholat dhuhur dan kembali kesawah pada pukul 5.00 sampai jam 18.00 sore. Setelah sholat magrib pak Agung Winardo makan malam dengan nasi putih, tahu goreng, sambel terasi dan lalapan. Pak Agung Windardo mempunyai masalah dengan giginya ,terkadang giginya yang sudah sedikit tersebut terasa sakit dan bergoyang. Disamping itu ia jarang berolah raga.

Recall makan pak Agung Winardo

Waktu Menu Bahan Gr/ml Kkal Prot L KH
pagi Nasi putih Beras 150 gr 262,5 6 60
Telur ceplok Telur ayam 60 gr 95 10 6
Siang Nasi putih Beras 150 gr 262,5 6 60
Ikan asin Ikan asin 25 gr 95 10 6
Tempe goreng Tempe 50 gr 80 6 3 8
Minyak 5 gr 45 5
Sayur lodeh Santan 50 ml 45 5
Buah Pisang 75 gr 40 10
925 38 25 138
Malam Nasi putih Beras 100 gr 175 4 40
Tahu goreng Tahu 100 gr 80 6 3 8
Minyak 5 gr 45 5
Sambal terasi
Lalapan Kacang panjang 25 gr 25 1,5 5
Daun singkong 25 gr 25 1,5 5
350 13 8 58
Jumlah 1.275 51 33 196

NCP

  1. A.  IDENTITAS PASIEN

Nama : Agung Windardo

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Usia : 70 tahun

Pekerjaan : Petani

  1. B.  SKRINING GIZI

NO

INDIKATOR

YA

TIDAK

1

Perubahan BB

P

2

Nafsu makan kurang

P

3

Kesulitan mengunyah dan menelan

 P

4

Mual dan muntah

P

5

Diare/konstipasi

P

6

Alergi/intoleransi zat gizi

P

7

Diet khusus

P

8

Enteral/parenteral

P

9

Serum albumin rendah

P

10

Status gizi normal ( IMT )

 

P

Kesimpulan : berdasarkan skrining diatas status gizi Bapak Agung Windardo tidak normal dengan IMT 25,53 Kg/m2 (kelebihan berat badan tingkat ringan ) dan Bapak Agung Windardo mengalami kesulitan mengunyah.

  1. C.  ASESMENT GIZI
Antropometri BBI = 61,2 Kg

IMT = 25,53 ( overweight tingkat ringan )

Biokimia
Clinis
Fisik Kesulitan mengunyah
Dietary history Bapak Agung Windardo bekerja sebagai petani. Dan mempunyai keluhan mengunyah.

Dan diperoleh Audit Gizi :

  • E     =  x 100 %= 56 ( buruk )
  • P     =  x 100 % = 35,85 ( buruk )
  • L     =    x 100 % =  87 ( sedang )
  • KH =  x 100 % = 52,99 ( buruk )
Aktivitas fisik Sedang

Kesimpulan : kebutuhan zat gizi yang dikonsumsi buruk terutama E,P dan KH .

  1. D.  DIAGNOSA GIZI

Domain Intake

NI-1.4 Iekurangan Intake Energi ditandai dengan adanya faktor spikologis yang menyebabkan kurangnya nafsu makan dibuktikan dengan audit gizi E= 56( buruk ).

NI-51.1 Kekurangan Intake Protein ditandai dengan kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi dibuktikan dengan audit gizi = 35,85  ( buruk ).

NI-53.1 Kekurangan Intake Karbohidrat di tandai dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan dan nutrisi dibuktikan dengan audit gizi =  52,99 ( buruk ).

Domain Klinis

NC-3.3 kelebihan berat badan tingkat ringan ,berkaitan dengan pola makan yang tidak seimbang dan dibuktikan dengan IMT= 25,53 (kurang berat tingkat ringan )

Domain Prilaku

NB-2.4 ketidak mampuan menyiapkan makanan/ hidangan sendiri berkaitan dengan kelebihan aktivitas fisik dibuktikan dengan tidak normalnya berat badan ideal.

  1. E.  Intervebsi Gizi

Tujuan :

  1. Jangka panjang : Mengurangi / menurunkan berat badan Bapak Agung.
  2. Jangka pendek : menyeimbangkan asupan zat gizi Bapak Agung.

Jenis Diet : Obesitas => diet rendah kalori gizi seimbang

Perhitungan  Zat  Gizi dan Cairan :

BBI        = 90% (168-100)

= 61,2 Kg

IMT : kg/cm2 ( overweight tingkat ringan )

Kebutuhan cairan : 25 x 61,2 = 1.530 ml/kgBB/hr

Kebutuhan Energi :

Energi =  13,5 x 61,2 + 467 Kkal               = 1.293,2 Kkal

Aktivitas = 1,76 x 1.293,2                       = 2.276,03 Kkal

±5% x 2.276,03 = 113,80

2.276,03 – 113,80 = 2.162,23 Kkal

2.276,03 + 113,80 = 2.389,83 Kkal

Protein =

±5% x 142,25 = 7,11

142,25 – 7,11 = 135,14 Kkal

142,25 + 7,11 = 149,36 Kkal

Lemak =

±5% x 37,93 = 1,89

37,93 – 1,89 = 36,04 gram

37,93 + 1,89 = 39,82 gram

KH = =  gram

±5% x 369,85 = 19,84

369,85 – 19,84 = 350,01 gram

369,85 + 19,84 = 389,69 gram

Prinsip diet : Rendah kalori (KH dan Lemak), tinggi serat.

Syarat diet :

  • Pengurangan kalori 500 Kkal/ hari => menrunkan BB sebanyak 0.5 kg/minggu
  • Tinggi serat => membuat rasa kenyang

Bentuk makanan : lunak

Frekuensi : 3x makanan utama, 2x selingan.

Rute : oral ( mulut)

Edukasi Gizi

Topik : Tentang pola makan seimbang

Sasaran : Bapak Agung Windardo dan keluarga

Metode : Ceramah, diskusi dan tanya jawab

Alat peraga : Food model

Waktu : 30 menit

Materi :

–      Pentingnya menu seimbang dan makanan yang bergizi

Monitoring dan Evaluasi

–      Pengaturan menu yang seimbang

–      Pola makan, apakah pola makan telah dilakukan sesuai dengan anjuran atau tidak

–      Menurunkan berat badan sehingga menjadi normal

Waktu Menu Bahan Berat Kkal P L KH

Pagi

bubur ayam

beras giling 50 gr

180,4

3,3

0,3

39,8

kaldu ayam 50 gr

3,9

0,3

0,2

0,4

telur masak merah

telur ayam 60 gr

93,1

7,6

6,4

0,7

gula pasir 5 gr

19,3

0

0

5

minyak 5 gr

43,1

0

5

0

Pepes tahu

Tahu 25 gr

88,5

4,3

6,7

3,8

gula pasir 5 gr

19,3

0

0

5

minyak 5 gr

43,1

0

5

0

siang

nasi putih beras giling 100 gr

360,9

6,7

0,6

79,5

pepes ikan

ikan mas 25 gr

32,5

4,6

1,5

0

gula pasir 5 gr

19,3

0

0

5

tomat 15 gr

32

0,1

0

0,7

tempe bacem

tempe 25 gr

19

2

1,2

0,5

gula aren 10 gr

37,6

0

0

9,7

buah pepaya 50 gr

19,5

0,3

0,1

4,9

oseng kangkung

kangkung 20 gr

3

0,5

0

0,4

gula pasir 5 gr

19,3

0

0

5

minyak 5 gr

43,1

0

5

0

malam

nasi putih beras giling 100 gr

360,9

6,7

0,6

79,5

sup kembang tahu

kembang tahu 30 gr

114

12,1

7,2

2,8

wortel 10 gr

4,5

0,1

0

1

kentang 20 gr

18,6

0,4

0

4,3

Tahu kukus

tahu 50 gr

38

4,1

2,4

0,9

buah pisang susu 70 gr

64,4

0,7

0,3

16,4

snack pagi

bingka barandam

tepung terigu 50 gr

182

5,2

0,5

38,2

gula pasir 5 gr

19,3

0

0

5

snack sore

jus

mangga harum manis 50 gr

32,5

0,3

0,2

8,5

gula pasir 5 gr

19,3

0

0

5

puding coklat

agar-agar 12 gr

0

0

0

0

coklat 10 gr

47,7

0,4

3

6,3

Total

2001,7

61,1

51,1

329,2

Tutorial hijab unik dan mudah ala Tiung

Tutorial hijab unik dan mudah ala Tiung

Kali ini saya coba-coba membuat tutorial memasang jilbab unik dan mudah…
Dengan hanya menggunakan 1 jilbab saja..
Smoga bermanfaat.. 
Langkah-langkahnya sebagai berikut….
1. Sediakan jilbab yang panjang… 
2. Buat 1 sisi lebih panjang dan sisi lainnya lebih pendek… 
3. Satukan jilbab dengan peniti dibawah dagu….
4. ambl salah satu sisi yang pendek kemudian gulung menuju keatas kepala.. 
5. Setelah selesai melingkarkan kuatkan dengan peniti dibagian belakang…. 
6. Sisi jilbab yang tersisa ambil dan lingkarkan pada arah yang berlawanan untuk menutupi leher… 
7. Setelah dilingkarkan kebelakang kepala kuatkan dengan menggunakan jarum pentol.. 
8. Kemudian.. selesaaaiii… agar lebih cantik gunakan bros bunga… 
Selamat mencoba ya teman-teman…..
Semoga bermanfaat….    
follow me @ttiung
add me Tiung kecil

kasus KEP

Kasus anak gizi buruk.

Nama : Tia Fitria                     Nim : Po.62.31.3.11.190

Gino (laki-laki) 18 bulan, PB 67 cm, BB 4.8 kg, kerumah sakit karena batuk sejak dua hari yang lalu. Gino tampak letargis dan pucat. Pemeriksaan fisik : pernapasan 50x/menit, nadi 160x/ menit,suhu 38.5o C, cuping hidung kembang kempis, iga kelihatan menonjol, terdapat tarikan dinding dada dan ada edema di kedua punggung kaki. Anamnesis : hanya mendapat ASI sampai 4 bulan dan sejak lahir sudah diberikan pisang serta makanan lain seperti biskuit dan roti. Anamnesis diet : rata-rata makan sehari 3x, hanya 4-5 sendok makan (lauk, kuah sayur ,tempe atau tahu) jarang makan buah, tidak suka ikan dan daging. Makan ayam dan telur (sebulan sekali) dan sering jajan permen, es, kerupuk, biskuit dan kadang-kadang makan bakso keliling. Food recall satu hari sebelum sakit sebagai berikut :

Pagi : Biskuit 4 keping, teh manis ½ gelas (gula 1 sdm)

Snack pagi : permen gulas 2 buah

Siang : nasi ½ piring (50 gram) ,kuah sup ½ mangkok ,tahu goreng 1 potong(50 gram) ,teh manis ½ gelas (gula 1 sdm)

Malam : lontong isi ukuran kecil (50 gram), tahu goreng 1 potong (50 gram), teh manis ½ gelas (gula 1 sdm)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. A.    Identitas Pasien

Nama : Gino

Umur : 18 bulan

Jenis kelamin : Laki-laki

TB : 67 cm

BB : 4.8 kg

  1. B.     Skrining Gizi

No

Indikator

Ya

Tidak

  1. 1.       

Perubahan berat badan

 –

 –

  1. 2.       

Nafsu makan kurang

 –

 –

  1. 3.       

Kesulitan mengunyah / menelan

 –

  –

  1. 4.       

Mual dan muntah

 –

 –

  1. 5.       

Diare / konstipasi

 –

 –

  1. 6.       

Alergi / intoleransi zat gizi

 –

 –

  1. 7.       

Diet khusus

 –

 –

  1. 8.       

Enteral / parenteral

 –

 –

  1. 9.       

Serum albumin rendah

 –

 –

  1. 10.   

IMT normal

 –

ü   

Kesimpulan : Berdasarkan skrining gizi diatas IMT Gino tidak normal.

  1. C.    Assesment Gizi
    1. Antropomtri

BB idaman : 2n + 8 = 2(1.6) + 8 = 11.2 kg

IMT :  = 10.69 -> underweigh

Z-score :

BB/U =  = -5.5 => sangat kurang

PB/U =   = -2.6 => pendek

BB/TB =  = -5.1 => sangat kurus

IMT/U =  = -4.5 => sangat kurus

  1. Biokimia

Tidak ada

  1. Klinis / fisik

Klinis : Pernapasan 50x/menit, nadi 160x/menit, suhu 38.50C, cuping hidung kembang kempis, iga kelihatan menonjol, terdapat tarikan dinding dada dan ada edema di kedua punggung kaki.

Fisik : Gino tampak letargis dan pucat.

  1. Dietary History

Rata-rata Gino makan sehari 3x, hanya 4-5 sendok makan (lauk, kuah sayur ,tempe atau tahu) jarang makan buah, tidak suka ikan dan daging. Makan ayam dan telur (sebulan sekali) dan sering jajan permen, es, kerupuk, biskuit dan kadang-kadang makan bakso keliling. Gino jarang makan buah dan tidak suka makan ikan dan daging.

Sehingga didapatkan recall :

Waktu

Menu

Bahan

Berat Bahan (gram)

Energi (kkal)

Protein (gram)

Lemak (gram)

KH (gram)

 
 

Pagi

biskuit 4 keping

biskuit

40 gr

199,4

2,5

10,2

23,8

 

teh manis

teh

2 gr

1

0

0

0,2

 

 

gula pasir

10 gr

38,7

0

0

10

 

Snack pagi

permen

permen

10 gr

38,7

0

0

10

 

Siang

nasi putih

nasi putih

50 gr

65

1,2

0,1

14,3

 

kuah sup

kaldu ayam

25 gr

2

0,1

0,1

0,2

 

tahu goreng

tahu goreng

50 gr

103

3,7

10,1

0,9

 

teh manis

teh

2 gr

1

0

0

0,2

 

 

gula pasir

10 gr

38,7

0

0

10

 

Malam

lontong

lontong

50 gr

9,4

1,1

2,1

17,8

 

tahu goreng

tahu goreng

50 gr

103

3,7

10,1

0,9

 

teh manis

teh

2 gr

1

0

0

0,2

 

 

gula pasir

10 gr

38,7

0

0

10

 

 

TOTAL

639,6

12,3

32,7

98,5

 

 

Audit Gizi :

Energi : x 100% = 73% => defisit sedang

Protein : x 100% = 54.9% => defisit berat

Lemak : x 100% = 74.7% => defisit kurang

KH : x 100% = 39% => defisit sangat berat

  1. D.    Diagnosa Gizi
    1. Domain Intake

NI-2.1 Kekurangan intake makanan dan minuman oral berkaitan dengan kurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan makanan dibuktikan dengan  intake E=639.6 P=12.3 L=32.7 KH= 98.5.

NI-5.2 Malnutrisi protein energi yang nyata berkaitan dengan kurangnya dalam pemberian makan dan penolakan terhadap makanan tinggi protein yang dibuktikan dengan Gino tidak suka makan ikan dan daging.

  1. Domain Klinis

NC-3.1 Berat badan kurang berkaitan dengan pola makan salah dan intake energi kurang dibuktikan dengan IMT=10.69 dan dari riwayat nutrisi makan Gino menolak makanan.

  1. Domain Behaviour

NB-1.5 kekeliruan pola makan berkaitan dengan perilaku yang berhubungan dengan makanan dan gangguan makan seperti menolak makanan dibuktikan dengan iga kelihatan menonjol akibat simpanan lemak telah habis.

  1. E.     Intervensi Gizi
    1. Tujuan
  • Tujuan Jangka Panjang :
    • Memperbaiki jaringan tubuh dan meningkatkan berat badan hingga ideal.
    • Mengupayakan perubahan sikap terhadap gizi seimbang untuk balita.
    • Tujuan Jangka Pendek : Mengatasi penyakit KEP pada pasien.
  1. Jenis Diet : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein
  2. Perhitungan Zat Gizi

BB idaman : 2n + 8 = 2(1.6) + 8 = 11.2 kg

BMI :  = 10.69 => underweigh

AMB               = 55 kkal x 11,2 kg     =  616 kkal

Pertumbuhan   = 12% x  616 kkal       =  73,92 kkal

Aktivitas         = 25% x  616 kkal       =  154 kkal

Fases               = 10% x  616 kkal       = 61,6 kkal

SDA                = 5% x  616 kkal         = 30,8 kkal –

                                                               936.32 kkal

Kebutuhan protein                  18 bulan = 2 gram/BB/hari

                                                = 2 gram  x 11,2 kg = 22,4 gram

Lemak                         =  = 46.81 gram

KH                              = 

                                    =  =    

                                    =  =  425.43 gram

Cairan                          = 18 bulan    155

      Fase Stabilisasi (F75):

Adanya edema pada kedua punggung kaki => 10%

            =10% x 4.8 (BBA) = 0.48

            = 4.8 – 0.48 = 4.2

E = 80 x 4.3 = 344

P = 1 x 4.3 = 4.3

Cairan = 130 x 4.3 = 559

344 kkal => 559cc = 0.61

Formula F75

Susu skim bubuk         = 25       = 13.9

Gula pasir                    = 100     = 55.9

Minyak sayur              = 30      = 16.7

Larutan elektrolit        = 20       = 11.18  +

                                                            = 97.68

Formula F75 diberikan sebanyak 12x pemberian setiap 2 jam sekali sehingga 97.68 : 12 = 8.14. Jadi pemberian formula F75 setiap 2 jam sekali sebanyak 8.14 dalam sehari.

      Fase transisi (F100) :

BB = 4.3 kg

E = 100 x 4.3 = 430 kkal

P = 2 x 4.3 = 8.6 gram

Cairan = 430cc

430 kkal : 430 cc => 1 kkal : 1 cc

Formula F100 :

Susu skim bubuk         = 85       = 36.55

Gula pasir                    = 50       = 21.5

Minyak sayur              = 60      = 25.8

Larutan elekttrolit       = 20       = 8.6  +

                                                            = 92.45

Formula F100 diberikan sebanyak 8x pemberian setiap 3 jam sekali sehingga 92.45 : 8 =11.55. Jadi pemberian formula F100 setiap 3 jam sekali sebanyak 11.55 dalam sehari.

      Fase Rehabilitasi

BB = 4.3

E = 150 x 4.3 = 645 kkal

P = 4 x 4.3 = 17.2 gram

Cairan = 645 cc

Formula F100 :

Susu skim bubuk         = 85       = 54.82

Gula pasir                    = 50       = 32.2

Minyak sayur              = 60      = 38.7

Larutan elekttrolit       = 20       = 20.64  +

                                                            = 146.36

Formula F100 diberikan sebanyak 8x pemberian setiap 3 jam sekali sehingga 146.36 : 8 =18.2 Jadi pemberian formula F100 setiap 3 jam sekali sebanyak 18.2 dalam sehari.

  1. Prinsip Diet : Tinggi energi Tinggi protein
  2. Syarat Diet :
  • Tinggi energi untuk mengembalikan jaringan otot yang hilang/menipis.
  • Tinggi protein untuk memenuhi fase tumbuh kejar anak.
  1. Bentuk Makanan : Pada fase rehabilisasi dan fase tindak lanjut diberikan makanan lunak dan pada fase tumbuh kejar diberikan makanan keluarga/biasa.
  2. Frekuensi: 3x makan utama 2x selingan
  3. Rute: Pada fase stabilisasi : Parentral -> NGT. Rute oral pada fase transisi, rehabilitasi dan tindak lanjut.
  4. Edukasi Gizi
  • Anjurkan ibu memberikan makanan kepada anak di rumah sesuai usia anak, jenis makanan yang diberikan mengikuti anjuran makanan
  • Memberikan demonstrasi dan praktek memasak makanan balita
  • Teruskan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun
  • Ibu memberikan aneka ragam makanan dalam porsi kecil dan sering kepada anak sesuai dengan kebutuhan dan umur.
  • Pentingnya penambahan berat badan anak.

 

  1. Monitoring Evaluasi
  • Apakah berat badan Gino naik atau tetap pada penimbangan setiap 2 minggu sekali sebanyak 0.5 gram?
  • Apakah keluarga Gino memberikan asupan makanan sesuai yang dianjurkan?
  • Apakan ibu memasak makanan dengan benar sesuai dengan anjuran?
  • Apakah ibu memberikan asi hingga Gino berumur 2 tahun?

 

 

 

 

 

 

Menu untuk fase rehabilitasi

Waktu 

Masakan

Bahan

Berat

E

P

L

KH

Pagi

Bubur ayam

 

100 gr

158.9

5.1

2.1

28.6

Snack

Pepaya

 

50 gr

19.5

0.3

0.1

4.9

Siang

Bubur nasi wortel

 

150 gr

115.4

2.3

0.2

25.7

Snack

Jeruk manis

 

100 gr

47.1

0.9

0.1

11.8

Malam

Bubur nasi

 

100 gr

106.1

3.9

2.9

15.7

 

Telur ayam bag. Kuning

 

50 gr

139

9.6

10.4

1.1

 

Buah pisang

 

50 gr

46.1

0.5

0.3

11.7

 

Jumlah

 

 

632.1

22.6

16.1

99.5

 

Menu untuk fase tindak lanjut

Waktu 

Masakan

Bahan

Berat

E

P

L

KH

Pagi

Nasi tim ayam

 

100 gr

140

5.8

3.0

21.5

Snack

Bubur kacang hijau

 

50 gr

70

1.5

1.8

12.4

Siang

Nasi putih

 

50 gr

65

1.2

0.1

14.3

 

Ikan bawal bakar

Ikan bawal

50 gr

41.9

9.1

0.3

 –

 

Tempe bacem

 

25 gr

59.3

2.7

3.8

4.4

 

Sayur bening

Bayam

20 gr

7.4

0.7

 –

1.5

 

 

Labu kuning

20 gr

7.8

0.2

0.1

1.8

 

 

gula

5 gr

19.3

 –

 –

5.0

 

Buah

Mangga manis

100 gr

65

0.5

0.3

17.0

Malam

Nasi goreng selimut

Nasi goreng

100 gr

250

3.5

17.2

20.1

 

 

Telur dadar

50 gr

93

5.8

7.3

0.6

 

Jumlah

 

 

818.7

31

33.9

98.6

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Asam urat adalah peradangan sendi, yang setiap tahunnya mempengaruhi lebih dari setengah juta orang di Indonesia saja: mereka yang menderita  Asam urat  memiliki rasa sakit dan bengkak pada sendi. Jika tidak diobati, serangan penyakit ini dapat menjadi lebih sering dan menyakitkan, sebaliknya jika mereka benar-benar dirawat dapat mencegah  Asam urat lebih memburuk dan untuk mengendalikan rasa sakitnya.

Ada lebih dari seratus berbagai jenis radang sendi,  asam urat  adalah salah satu dari mereka, dan mempengaruhi sekitar satu dari dua puluh dari mereka yang menderita arthritis: lebih khusus, disebabkan oleh kristal asam urat yang tersimpan di sendi.

1.2 Tujuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Asam urat adalah asam hasil metabolisme protein berupa asam-asam inti yang terdapat dalam inti sel. Asam urat menjadi masalah bila ekresi atau proses pembuangan tidak terjadi dengan baik. Hal ini terjadi karena ginjal mengalami gangguan fungsi. Ginjal tidak rusak tapi kemampuannya membuang asam urat kurang. Hal ini biasanya karena faktor keturunan. Oleh sebab itu bila ada gangguan fungsi ginjal, kadar asam urat dalam darah akan meningkat atau disebut sebagai hiperurisemia.

Selain dibuang lewat ginjal (70%) dalam bentuk urin, asam urat yang berasal dari makanan dan metabolisme tubuh ini dikeluarkan juga melalui usus yaitu 30%. Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata 5-7 mg% (6,5 mg% batas tinggi pria dan 5,5 mg% pada wanita). Sekitar 50% asam urat dalam tubuh berasal dari asupan makanan. peningkatan kadar asam urat dalam darah ini bisa juga terjadi karena asupan makanan yang mengandung purin yang berlebihan. Bahan makanan yang mengandung purin yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah antara lain daging, hati, ikan, sayuran, seperti kangkung, kacang-kacangan serta minuman seperi kopi dan alcohol.

Purin adalah senyawa kimia hadir di semua sel tubuh, ketika sel membelah dan berkembang biak tubuh dan menggunakan kembali komponen untuk membangun sel baru. Purin lebih diekskresikan dari tubuh dengan urin dalam bentuk asam urat, lain senyawa kimia. Dalam beberapa kasus, kadar asam urat dalam darah mungkin sangat tinggi untuk kondisi ini disebut hiperurisemia.

Kadar asam urat darah yang tinggi dapat menyebabkan kesemutan, pegal-pegal, linu-linu, persendian terasa kaku, nyeri sendi, rematik asam urat, sampai pada penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Rasa ngilu itu biasanya ia rasakan di kaki kanan dan tangan kiri. Jika sudah menyerang tangan kiri, rasa ngilu itu akan terus merambat ke bahu dan leher.

Tahapan penyakit Asam Urat atau Gout :

  1. Tahap Asimtomatik

Tahap ini merupakan tahap stadium awal. Kadar asam urat darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala. Selanjutnya encok menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit punggung sakit berat.

  1. Tahap Akut

Serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak. Umumnya serangan pertama kali terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan itu berupa rasa nyeri yang hebat pada pangkal ibu jari kaki. Rasa nyeri ini timbul secara mendadak dan didahului oleh keluhan lain. Rasa nyeri ini begitu hebat sehingga bila bagian yang sakit bila tersentuh bahkan selimut saja sakit sekali. Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.

  1. Tahap Interkritikal

Penderita dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas seperti olahraga tanopa rasa sakit sama sekali. Kalau rasa nyeri pada serangan pertama itu hilang bukan bererti penyakit itu sembuh total, biasanya beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua.

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PERCOBAAN

.1.        Alat dan Bahan

GCU Blood Urid Acid

Alkohol

Blood lanset

Sample

Kapas

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. 1.      Hasil

No

Nama

Kadar Asam Urat

kriteria

  1.  

Feny karika

2.1 mg/dl

Low / tidak normal

  1.  

Nailul

4.3 mg/dl

Normal

  1.  

Asri

5.3 mg/dl

Normal

  1.  

Nurul

2.6 mg/dl

Low / tidak normal

  1.  

Chintia

4.7 mg/dl

Normal

  1.  

Risda

 –

Low / tidak normal

  1.  

Yolanda

–           

High / tidak normal

  1.  

Yulita  

2.6 mg/dl

Low /tidak normal  

  1.  

Andini

 4.0 mg/dl

Normal

  1.  

Evie

3.1 mg/dl

Normal

  1.  

Rina

4.7  mg/dl

Normal

  1.  

Della

7.3 mg/dl

Normal

  1.  

Yetmi

8.5 mg/dl

High /tidak normal

  1.  

Willia

4.7  mg/dl

Normal

  1.  

Ahmad

5.8 mg/dl

Normal

  1.  

Neni

7.3 mg/dl

Normal

  1. 2.      Pembahasan

Asam urat sangat mudah mengkristal/menumpuk bila purin tidak di metabolisme secara sempurna. Pengkristalan biasanya terjadi jika kadar asam urat darah sudah mencaopai 9-10 mg%. Pada sebagian penderita kadar asam urat yang berlebihan dapat tertimbun dalam jaringan ginjal dan mombentuk batu ginjal kadang-kadang juga di temukan batu dalam kandung kemih.Hal ini akan mengganggu fungsi ginjal dan kadang kadang timbul nyeri hebat pada daerah pinggang.

Bisa juga terjadi pada persendian lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, tangan atau jari tangan. Selain pada sendi serangan bisa juga terjadi pada jaringan dalam yakni ginjal yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit kencing batu.

Purin yang lebih diekskresikan dari tubuh dengan urin dalam bentuk asam urat, lain senyawa kimia. Dalam beberapa kasus, kadar asam urat dalam darah mungkin sangat tinggi untuk kondisi ini disebut hiperurisemia.

Asam urat berlebih dalam tubuh membentuk kristal, Pada beberapa orang kristal asam urat diendapkan pada sendi, sementara yang lain menumpuk di bawah kulit, membentuk massa yang dalam beberapa kasus mungkin dipicu dari luar dan yang mengambil nama tophus. Asam urat berlebih juga dapat tertampung di dalam ginjal dan penyebab batu ginjal.

Konsumsi karbohidrat sederhana berakibat peningkatan asam urat di dalam darah yang disebut hiperurisemia.